Labels

Sabtu, 02 Juni 2012

ayah,..


Wahai Allah Yang Menguasai Malam ini,..
Di malam yang senyap ini, ingin aku menyapa orang-orang yang melihatku penuh harap,..
Orang-orang yang menimangku mulai Engkau titipkan aku pada mereka
Orang-orang luar biasa, yang Engkau percaya untuk mengasuhku
Mereka orang-orang yang menatihku hingga tengkurap, merangkak, berdiri hingga kini kuberlari...
Orang-orang luar biasa itu mengejakan kata untukku, menuntun kata demi kata hingga kini ku pandai berdebat
Dimalam yang sunyi ini, ingin kuteriakkan
“aku adalah orang yang kau harapkan”
Inginku melihat senyum sucinya di surga nanti
Wahai penguasa Jagad ini,..
Sisihkan kepada kami, rumah di surga abadi,..
Agar kami bisa menyanyikan lagu cinta ini...

Suara cicak, jangkrik dan nyamuk malam ini,..mengiringi indahnya harmoni malam ini
Wahai Kekasihku,.. malam ini, aku teringat masa kecil dulu
Bagaimana seorang lelaki tinggi gagah berwibawa menimang dan memundakku
Ketika matahari pagi memancarkan cahaya merahnya
Lelaki gagah perkasa itu, mengajakku menyusuri jalan desa sunyi itu
 Menuju pematang yang masih gelap gulita, mengambil jagung muda untuk kita nikmati bersama
Ketika kupetik jagung itu,.. kulihat harimau tua menikmati tidurnya dibalik rimbunnya pohon jagung,..
Kau gendong aku untuk menyelamatkanku

Begitu banyak aku menggugatmu,..
Menuduhmu laki-laki tak bertanggung jawab, yang tak memberikan bimbingan untuk keluarganya,..
Menuduhmu seorang yang salah untuk selamanya, seorang yang tak bisa membimbingku hingga aku dewasa,..

Aku sesali semua itu,..
Setelah aku sadari, begitulah caramu mengajariku,..
Ternyata,.. aku memang tak butuh ucapan sayang itu,..
Kau benar,.. begitu besar rasa sayangmu pada anakmu ini
Ayah,..
Tak kuat aku menahan sesak di hati ini,..
Ingin kumelihat senyum sederhana dari wajahmu....
Cinta kasihmu begitu tulus,...
Teringat kembali kemasa itu,..
Saat tiga hari sebelum puasa  tujuh tahun yang lalu...
Masa dimana otak dan jiwaku hancur berkeping-keping hingga saat ini aku masih mencari kepingan-kepingan yang pernah lepas dari bagian hidupku,..
Masa dimana jiwa ini tak mampu mengungkapkan sedikitpun rasa karena jiwa ini telah mati rasa...
Masa dimana muka ini telah capek menanggung malu,..
Masa dimana aku tak lagi diterima diduniaku,..
Masa dimana kerusakan hebat menempa hatiku,..
Engkau hadir disampingku,.. “Ada apa denganmu??”
Satu-satu orang yang tau gimana perasaanku saat itu
Subhanallah,.. sekali seumur hidupku,.. aku dengar kata-kata itu keluar dari mulutmu,..
Beban hati ini terasa ringan,.. ketika kudengar kata-kata itu,..

Ayah,.. bagaimanapun keadaanmu,..
Aku bangga padamu....
Aku bangga jadi anak seorang supir dari pada aku harus menjadi anak seorang koruptor,..
Ayah,.. meski dalam silsilah keluargamu,... darah karuptor itu mengalir begitu deras,.. tapi aku yakn bahwa dirimu masih bersih dari semua itu,..
Meski aku tak yakin benar dengan pikirku,..

Ayah,...
Aku tahu,..
Semua ini kau lakukan untukku,..
Kau tak kenal lelah,.. membiayai hidupku,..
Berangkat pagi pulang malam,..
Bahkan kadang satu hari aku tak berjumpa denganmu,...

Ayah,..
Dalam keras watkmu,...
Hatimu begitu lembut,....
Ayah,....
Tak sanggup lagi aku mengiangat semua yang kau berikan padaku,...
Kau membuatku hingga aku jadi anak yang mandiri
Tak bergantung pada inangku,..

Ayah,.. teringat ku pada dua minggu yang lalu,.
Dalam sibuk waktumu,..
Kau sempatkan berkunjung padaku,..
Aku tahu begitu lelah harimu kini,..
Kau relakan mengantar motor untukku,..
Tak bisa aku bayangkankan,.
Yubuhmu yang kini renta,.. menyisakan waktu untuk anakmu tercinta,...
 Ayah dengarkanlah,.
Aku sangat mencintaimu,..
,eski aku juga sepertimu,..
Tak mampu aku mengungkap ekspresi jiwaku,...
Hati ini sangat merindukanmu,..
Ayah,....
Aku bangga padamu,...
Bingung aku harus mengatakan apa,..
Harus melakukan apa untukmu,.. agar kau bahagia selamanya,..
Agar tak usah lagi bekerja membanting tulang untukku,..
Ayah,...aku ingin melihatmu duduk tenang,.. membaca koran,.. santai dihalaman,.. bersama dengan cucumu,..
Tak usah kau bekerja lagi,.. biar aku yang menggantikanmu,..
Anak kecil yang kau pundak dulu kini beranjak dewasa,..
Mencoba menyusun pondasi hidup yang mulia,..
Restui aku dalam setiap langkahku,..

Suatu hari nanti, aku ingin mengajakmu ke mekah,..
Ke rumah Allah,.. agar kita bisa lebih dekat dengan Allah,..
Agar ikatan kita membawa kita ke surga dan dekapan kasih cinta Allah,..

Ayah,.. jaga ragamu,.. jangan kau bakar ragamu dengan gudang garam yang menjadi toksik dalam tubuhmu,..
Tunggui aku ayah,.. hingga aku mampu membahagiakanmu,..
Ayah,..
Kasihmu egitu tulus,..
Merasuk dalam jiwa ini,...

Ayah,.. sekarang akubelajar,.. menuntut ilmu untuk emngubah hidup kita menjadi lebih baik,..
Ayah,.. doakan anakmu ini,.. agar mampu membahagiakanmu,..
Ayah ,... suatu hari nanti,..
Aku ingin memberikan motor trail yang kau idam-idamkan itu,.
Ayah,..
Sungguh aku menyayangimu,..

Allah Yang Maha Mengabulakn Doa kami,...
Pertemukan kami semua disurgamu,...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar