“Bukan hanya menang atau kalah, tapi bagaimana kita bisa
mengambil pelajaran dari semua yang telah kita lakukan”_lomba blog
dishubkominfo Magetan 2013
Selain track record menulis yang “keren banget” itu, aku
juga berpengalaman sebagai blogger yang luar biasa abal-abal. Aku mulai
blogging tahun 2008 dan tahukah kamu kalau itu ga ada isinya, alias blognya
kosong, ga pernah dikelola, paling-paling isinya ocehan curhatan kalau lagi
sebel tapi ga bisa ngungkapin, ya udah nulis di blog aja,.. (Jangan ditiru!!)
tapi tenang,.. aku ga pernah nulis yang ngejelekin orang-orang, nama selalu
disamarkan.
Kembali lagi ke lomba blog,.. pengalaman yang luar biasa,
pengalaman pertama, alhamdulillah masuk final dan diundang untuk
mempresentasikan blog, ga percaya?? Ya sama aku juga ga percaya, tapi ini
kenyataan,.. hehe. Akupun mengikuti presentasi, meski awalnya aku ragu untuk
mengikuti presentasi final, karena waktu itu ada kegiatan dikampus, revisi
skripsi masih dibawa dosen, sementara aku pengin lulus cepet dan bisikan-bisikan
setan yang lain,. Tapi,.. kapan lagi coba kesempatan ini datang, akupun tak mau
menyia-nyiakannya.
Dari semarang aku meluncur ke magetan, berangkat jam
setengah 3 sore, dan sampai magetan sekitar jam 10 malem, maklum rumahku bukan
di magetan kota, tapi di ujung dunia pelosok magetan. Bukannya langsung
istirahat, tapi aku malah mempersiapkan slide presentasi, aku aku belum selesai
membuatnya. Aku membuat power point sampai jam 1 dini hari. pagi harinya,
setelah menyelesaikan aktivitas rumah tangga (kaya sudah berkeluarga aja), aku
melanjutkan membuat sebuah video singkat dengan durasi 2 menit, maksudnya untuk
media presentasi, biar ga bosen.
Ternyata,.. oh ternyata,.. kebayang ga sih betapa gedheknya,
ketika ternyata presentasinya ga boleh pake ppt dan video, ya cuma nunjukin
blognya tok. Wah ngganjelnya setengah mati aku sama panitia, mending aku tidur
nyenyak dari pada ngedisain mati-matian ppt dan video yang akhirnya ga boleh
ditampilin. Ini karena ada kesalahpahaman antara peserta dengan panitia, yang
ngrasain itu bukan cuma aku, tapi hampir semua peserta bernasib sama.
Semua kegedhekan itu sedikit terobati ketika aku sharing
dengan dengan peserta lain, speak-speaklah, dan aku banyak banget belajar dari
mereka. Salut banget aku dengan pak Rochim, seorang peserta dari Semarang. Aku
pikir yang ikut lomba Cuma orang magetan, jebulane dari luar kota juga, ketemu
orang semarang lagi. Dari pak Rochim ini aku belajar banyak, bagaimana beliau
yang seorang guru PKN di SMAN 5 Semarang ini melek banget teknologi, apalagi
mengelola blog, blognya hidup banget, aku aja yang konon katanya masih mahasiswa males-malesan buat
nulis, padahal kesibukannya apa sih, jika dibandingkan dengan beliau yang sudah
bekerja. Beliau mau merelakan diri, meninggalkan kesibukannya untuk mengikuti
lomba ini. benar-benar punya kemauan dan tekat yang kuat. Begitupun dengan
peserta lain mas jads, pak seno, mb dianita, beliau-beliau ini guru-guru yang
patut dicontoh, guru-guru yang mau terus belajar dan mau berbagi. Begitupun
dengan peserta dari tingkat pelajar, masih anak kecil tapi mereka sudah
memikirkan masa depan, sudah pinter-pinter.
Begitupun dengan juri-jurinya, komentar mereka sangat membangun dan
memberikan inspirasi bagi kami. Komentar yang tidak hanya sekedar menjatuhkan,
tetapi komentar-komentar yang bisa membuat kami bangkit dan memperbaiki diri,
membuat kami termotivasi untuk bisa lebih baik lagi. Terimakasih banget buat
para juri,..
Di akhir acara ada motivasi menulis dari mb Diana AV Sasa,
pemilik blog www.filmbuku.com www.perpustakaan.dbuku.com dan
penulis beberapa buku best seller. Cerita-cerita beliau membuat hati kecilku
untuk menulis buku. Tak perlu takut kalau ga bisa nulis, kiat bisa belajar
menulis dengan prinsip 3N (Nirokke, Nandhani, Nambahi). Ups,..itu bahasa Jepang
apa bahasa Jerman ya?? Itu bahasa Jerman (Jejere Kauman). Nirokke artinya
meniru, untuk pemula kita bisa meniru tulisan orang lain, dari penulis favorit
kita misalnya, tapi jangan keterusan, ini hanya sebagai awal. Nandhani artinya
memberi tanda, apa yang mau diganti ditandai. Nambahi artinya menambah,
memberikan tambahan pada tulisan. Satu kunci yang harus tetap dipegang dan ini
kunci ajaib kalau mau jadi penulis intinya adalah RUTIN. Bisa seminggu sekali,
3 hari sekali, dua hari sekali, intinya adalah rutin kita lakukan. Untuk
menjadi seorang penulis, kita harus siap setiap hari menulis. Sebagai seorang
pemula, dimulai dari menulis yang kita sukai dan kita bisa. Tulis apa aja yang
kita lakukan.
“tulis apapun yang kamu lakukan, karena itu adalah sejarah
dirimu. Jangan berharap bisa menjadi orang besar ataupun bisa belajar sejarah,
kalau kamu tak tau sejarah dirimu.”
Jangan melupakan hal-hal yang sederhana, tetapi semua
dokumentasikan. Dokumentasi itu tidak hanya berupa catatan tertulis, tapi juga
bisa berupa video atau rekaman suara. Kalau bahasa HACCPnya itu segala sesuatu,
apapun yang kita lakukan harus ada record/ rekamannya, guna traceability alias
kemampuan untuk melacak apa yang pernah kita lakukan. Ketika ada ide langsung
record, ntar pengembangan idenya bisa dilanjutin kalau sudah punya waktu luang.
itu tadi sepenggal pengalaman dari lomba blog,.
“Semakin banyak apa yang kita lakukan, semakin banyak pula
pelajaran yang bisa kita ambil dan bagikan”
INGET!!! Klo ada IDE langsung RECORD, OK!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar