Labels

Selasa, 29 Januari 2019

Ngopi Sek Ben Ra Edan

Beberapa tahun tinggal di kota seribu warkop,  jadi sangat familiar dengan jargon-jargon para warkoper. Gimana tidak, baru jalan berapa meter, warkop lagi warkop lagi. Padahal warkop itu bertaburan dimana-mana ada,  tapi hampir semuanya rame. Gak peduli pagi,  siang, sore, malam sampe dini hari masih saja ada pelanggan setianya. Warkop ini memang peluang bisnis yang sangat menjanjikan di kota Bonek. Meski ada sih yang beli kopinya secangkir numpang ngewarnya sampe pagi.  Tapi pasti masih untunglah,  kalo gak pasti warkop sudah punah.

Btw, biasanya di warkop-warkop itu terpampang tagline yang besar plus unik.

"Ngopi sek ben ra edan"
"Ngopi sek ben ga salah paham"
"Dipikir karo ngopi"
"Uripmu kurang ngopi"
dan masih banyak tagline yang menurutku sangat asik dan menarik

Tapi kalo dipikir-pikir jargonnya warkoper itu tidak berlebihan juga. Apa karena aku juga suka ngopi mungkin ya 😆 Tapi beneran,  bagiku ngopi itu bisa jadi moodbuster.  Bukan hanya karena aku ngantukan #eh,  tapi beneran ngopi itu juga bisa ngilangin stress.  So ngopi sangat disarankan untuk emak-emak. Ngopi sek mak, ben ra edan 😆😆🤗

Emak-emak itu sangat rentan dengan penyakit yang namanya stres. Emak Kerja kalo kata orang "mbelani kerjaan gak kasian sama anaknya? anak dititipin kok tega ya? anak sakit kok ibunya masih kerja aja? punya anak bayi kok malah ibunya meeting keluar kota berhari hari? dll". Emak di rumah "kok ga sayang sama kerjaannya? buat apa kuliah tinggi-tinggi kalo ujung-ujungnya di rumah? jadi wanita kok gak bisa mandiri bisanya nebeng suami? di rumah aja kok rumahnya berantakan? di rumah gak ngapa-ngapain aja kok capek dll"
"Wahai NETIJEN sudah pernah ngerasain kolak sendal??!" mungkin itu jeritan emak-emak yang tak luput dari komentar netijen.  Tapi tidak hanya netijen,  yang lebih bikin perih emak-emak itu kalo kata-kata itu keluar dari mulut orang-orang terdekat, suami, orang tua,  mertua

Jangan dikira emak bekerja itu terus gak ngurusin anak dan suami.  Emak bekerja juga pasti memikirkan keluarga.  Jangan dikira menitipkan anak ke orang lain meskipun itu orang tua sendiri itu gampang.  Apalagi ketika anak sakit tidak bisa nungguin,  tetapi memang masih ada tanggung jawab yang tidak bisa ditinggalkan. Itu nyesek banget rasanya.
Pun sama, emak yang dirumah bukan berarti enak tidur-tiduran ongkang-ongkang kaki. Perkara rumah berantakan,  balik lagi ente punya anak kagak? ditatain berapa kali ya berapa kali itu juga diberantakin. Mungkin sekilas emak dirumah itu gak ada kerjaan,  karena memang kerjaannya gak kelihatan. Mungkin emak yang di rumah bisa lebih gampang stress. Kenapa?? Karena emak yang di rumah itu gak ada liburnya,  waktu istirahatnya juga terbatas.  Ketika pekerja weekend libur,  si emak tetap saja dengan aktifitas yang sama,  mandikan anak tidak libur,  masak,  nyuci,  nyapu juga gak libur. Bertemu dengan anak yang sama,  suami yang sama he?? Benar kalau ada yang bilang,  ketika ibu bekerja butuh piknik seminggu sekali,  tapi kalau ibu bekerja seminggu dua kali.

Wahai Netijen... sudah gak usah nambah-nambahin. Baik emak bekerja ataupun dirumah ada plus minusnya.  Mereka tahu konsekuensi yang diambil dan yang pasti juga memikirkan yang terbaik untuk keluarganya.
Kalau masih aja suka ngomentarin hidup orang berarti ANDA KURANG NGOPI 😊😊😊

Sabtu, 12 Maret 2016

Untukmu yang Berdiri di depan Pintu

Tak perlu kau menyapaku setiap pagi
Mengucapkan selamat malam dan selamat tidur
Mengetuk-mengetuk pintu rumahku
Membawakan makanan dan minuman hangat

Mungkin kau pikir aku masih sama dengan sepuluh tahun yang lalu
Dimana aku akan segera keluar membukakan pintu untuk bermain bersamamu
Ketika aku mendengar teriakanmu diluar pagar rumahku
Atau sekedar melihatmu dari balik jendela
dan aku akan segera berlari
mengejarmu dan mengikuti permainanmu
Atau tak segan-segan aku mengajakmu masuk kerumahku
Meski lebih sering aku hanya melihat permainanmu dari balik jendela

Tapi hari ini...
Semua tak lagi seperti dulu
Mungkin aku hanya tersenyum menyapamu lewat jendela
Atau sekedar mempersilakan kamu duduk di teras rumah
Hanya sekedar bercanda dan bercengkerama
Tak lagi mempersilakanmu masuk rumahku

Sederhana saja...
Aku hanya akan mempersilakan kamu masuk rumahku ketika kau datang bersama orangtuamu




Rabu, 13 Mei 2015

Ketika Cinta Tak Sebatas Kata


Waktu lagi price checking di selling area, seorang bapak paruh baya menghampiri. Beliau menanyakan lokasi display susu bear brand. Aku pun mengantarkan beliau menuju lokasi yang dimaksud. Ada 3 variant yang terdisplay, beliaupun menanyakan detail tentang produk susu tsb. Mulai dari manfaatnya, cara konsumsinya, kandungannya, cara penyimpanannya. Beliau menanyakan "mb, susu ini bisa buat obat typus ya?" Sejujurnya aku pun tak tau pasti, setahuku tidak jauh beda sama susu biasa, hanya penambah energi dan menetralisir bakteri. Teringat dulu mb iyum pernah membawakan susu ini waktu aku lagi typus, semester 3 waktu banyak-banyaknya praktikum dan kegiatan kemahasiswaan. Dari situ aku bisa menjelaskan kalau dulu juga pernah kena typus dan dibawakan susu tsb. Beliau mulai menceritakan bahwa puteri beliau yang seusiaku terkena typus dan sekarang sedang opname. Tampak kekhawatiran dan kepanikan beliau. Beliau menanyakan obat-obat maupun ramuan tradisional untuk mengobati putrinya, mulai dari kapsul cacing, obat dokter sampai obat china yang akupun belum pernah mendengarnya. Beliau pun segera bergegas dan sedikit berlari ingin segera melihat putrinya sembuh.

Rabu, 07 Januari 2015

6 Tahun Hibernasi untuk Hidup lagi

Ngobrol,. salah satu cara ngilangin stress di sela-sela kerjaan yang numpuk, harus segera bikin repport dan segera dikirim ke kantor pusat. Kalau hanya diam didepan komputer sudah bisa dipastikan repport akan sampai ke dunia mimpi, saking ngantuknya kalau di depan komputer. Perlu diimbangi dengan dengan ngobrol dan bercanda agar repport sampai di dunia nyata. Sepotong episode obrolan sore,..

Me : cak.. iku arek magang diajari sing bener,. Jok dimanfaatne tok.. mereka iku sekolah, jok diperes nemen2..
Cak : aku lek ngajari yo tenanan yo bu.. aku yo seneng lek ndelok arek pinter
Me : tenanan lho ya..
Cak : tenan yo... aku biyen pas sek dadi arek anyar sing ngajari iku (nyebutin anak kasir) waktu itu arek'e juga magang
Me : sampean masuk tahun berapa cak?
Cak : 2009
Me : owh... tpi sebelumnya kerja dimana?
Cak : ya lulus sekolah langsung disini bu
Me : mbujuki rek... emang lulus tahun berapa? Muka tak bisa bohong...haha (meski wajahnya masih pantes jadi anak SMP)
Cak : tahun 2009 lulus SMK bu... tpi jok takon umur
Me : kok iso??
Cak : aku mandeg 6 tahun

Selasa, 05 Agustus 2014

24 jam,.. terserah mau diapain...



Pulang kerja,. Lagi asik mainan hp, tiba-tiba ada pesan di WA, dari no yang ga dikenal, photo profilenya juga ga ada orangnya

“mb apa kabar? Sekarang sibuk banget ya?”

Hehe,.. kebiasaan buruk kambuh, cuma dibaca terus langsung dijawab tapi ga diketik, apalagi dikirim,. Hehe peace buat yg ngerasa,.
Ndret ndret ndret,.. getar lagi,. Masih no yang sama

“masih nulis ga mb? Kok kayaknya sudah lama ga nulis”
“sekalinya nulis, tulisannya galau,.. :p”
“atau udah ganti lapak mb? Alamatnya apa?”
“bagi inspirasi lagi ya mb.. ditunggu ya..”

Rabu, 22 Januari 2014

Gak Selamanya AKSI=REAKSI



AKSI=REAKSI,. hmm sepertinya ini materi fisika SMA deh.. ups tpi gak cuma SMA ding, kuliah juga masih sering dipake,. bahkan dalam hidup ini pun hukum ini juga sering berlaku..

Tapi... hukum ini gak selamanya wajib berlaku lho..
Adakalanya memang hukum ini berlaku,. misal kalau mau dapet nilai atau ipk bagus ya usaha kita diperbesar dong,. kalau usahanya sudah maksimal, maka nilai yang didapat maksimal pula.
Pedagang kalau mau untungnya banyak juga harus lebih giat bekerja. Petani kalau menginginkan hasil panen yang memuaskan harus rajin ke sawah buat merawat tanamannya,. begitu pula peternak, sopir angkot,. de el el..

#lgUjanNiiieehh




Januari hujan sehari-hari begitulah kita menyebutnya
hujan itu rahmat
hujan itu rizki
hujan itu berkah
dan aku suka hujan...
karena hujan memberiku sejuta alasan

Minggu, 13 Oktober 2013

Lawang Sewu

Lawang sewu, icon kota semarang ini berada di bundaran Tugu Muda Semarang, Jawa Tengah. Lawang dalam bahasa Jawa berarti pintu, sedangkan sewu berarti seribu, lawang sewu atau seribu pintu. Sebenarnya pintunya tidak berjumlah seribu, tapi karena pintunya yang sangat banyak dan juga ditambah  jendela yang tinggi menyerupai pintu, untuk memudahkan penyebutan disebut lawang sewu. 

Rabu, 09 Oktober 2013

Apa Harus Begini?

Demak, 8 Oktober 2013. Aku pikir Demak itu kota kecil yang adem ayem, ternyata sama saja dengan kota-kota lain. Perjalanan ke Demak kali ini sedikit berbeda, biasanya Semarang-Demak bisa ditempuh dengan 1 jam, kali ini harus 3 jam di jalan. Arah Semarang Demak macet sampai 5 km akibat demo buruh menuntut kenaikan UMK. UMK Demak saat ini Rp 995.000, buruh menuntut kenaikan UMK Rp 2.250.000. 

Selasa, 08 Oktober 2013

Rintihan Kencana

Tak beda jauh dengan daerah asalku di kota kecil ujung barat jawa timur, aroma pedesaan masih tercium disini, disini di Tembalang, Semarang. Binatang ternak warga masih ditemui dimana-mana bahkan di area kampus, banyak mahasiswa yang kekampus jalan kaki dan kendaraan pun tak terlalu padat. Masih gampang ditemui lahan hijau dan kebun-kebun milik warga.  Belum banyak juga perumahan dan bangunan bertingkat khas kota metropolitan. Masih bisa menemui perbukitan nan menghijau. Rombongan kerbau milik warga pun masih asyik bermain dibawah rindangnya pepohonan. Masih bisa dengan nikmat menikmati sejuknya pagi hari.

Sabtu, 05 Oktober 2013

Lolipop

Pernah makan lolipop kan?? warnanya yang menarik dan rasa manisnya gak cuma bikin anak-anak ngiler tapi juga orang gedhe pun banyak yang ketagihan. Nah,.. kalau kita makannya sambil diemut-emut, rasa manisnya akan bertahan lebih lama. Tapi kalau kita makannya buru-buru, langsung dikunyah aja, ya lolipopnya gak berasa, cuma numpang lewat, rasanya tadi gimana.

Jumat, 27 September 2013

Musisi Jalanan

Keberadaan musisi jalanan terkadang membuat kita merasa tidak nyaman, tetapi tidak jarang juga yang benar-benar bisa menghibur. Tidak sedikit musisi jalanan yang mempunyai bakat musik secara alami, jadi permainan musiknya pun tidak kalah dengan penyanyi-penyanyi papan atas. Tetapi, tidak sedikit juga yang asal nyanyi dan teriak-teriak bikin gendang telinga mau pecah. 

Rabu, 25 September 2013

Sebelum Cahaya itu Memudar

Kian lama cahaya itu semakin melemah, hembusan angin, deburan ombak turut bersusah payah mematikan cahaya itu. Sang pemilik cahaya pun tak hanya pasrah, ia berusaha sekuat tenaga untuk menjaga cahaya itu, cahaya yang akan menuntunnya berjalan di kegelapan. Ia amat sangat sadar, perjalanan yang ia tempuh masih amatlah panjang. Ia tak akan mampu berjalan tanpa cahaya itu.

Jumat, 20 September 2013

15 Menit Dengerin Ceramah= seharian nge-Game



Pernah gak sih ngerasain, kalau dengerin ceramah atau kajian keagamaan itu rasanya lama banget? Seakan jamnya berhenti gak muter-muter, antara jamnya yang rusak trus jalannya jadi lama banget, atau karena saking gak sukanya dengan acara yang satu ini “Kajian Agama”. Tapi entahlah, apa ini hanya perasaanku atau semua orang merasakan hal yang sama (semoga hanya perasaanku saja).

Rabu, 18 September 2013

Lakukan yang kau mau

“Bukan hanya menang atau kalah, tapi bagaimana kita bisa mengambil pelajaran dari semua yang telah kita lakukan”_lomba blog dishubkominfo Magetan 2013

Lomba blog dishubkominfo magetan 2013, aku tak menganggapnya sebagai kompetisi, tapi sebuah sarana belajar yang luar biasa. Awalnya, aku hanya iseng mengikuti lomba ini setelah melihat banner yang cukup besar di dekat jembatan Gandong 3 tentang info lomba ini. Akhirnya, dengan berbekal blog pribadi yang seadanya, meskipun aku hanya blogger abal-abal, akupun memberanikan diri mengikuti lomba blog. Ada dua artikel yang dilombakan, akupun mengirimkan artikel "Aku Suka nge-blog, kamu??" dan "Mimpi itu 100% Gratis". Jangankan berharap masuk tiga besar, masuk final pun aku tak pernah bermimpi. Bagaimana bisa masuk final, orang aku ga punya pengalaman nulis, track record nulisku keren banget, ujian ngarang bahasa indonesia dari jaman SD sampe SMA, sudah bisa dipastikan aku selalu mendapat juara pertama keluar kelas paling lama dengan nilai terendah.

Rabu, 11 September 2013

Inspirasi 1 x 1


1 x 1


Berawal dari sebuah ruangan yang biasanya hanya berukuran 1x1 inilah kita sering mendapat inspirasi dan menemukan ide-ide baru. Diruangan ini tak banyak aktivitas yang bisa dilakukan selain rutinitas harian yang wajib dan ga bisa digantiin orang lain. Banyak orang memandang remeh ruangan ini, hanya bisa buat buang hajat dan memang itulah fungsinya. Namun, sebagian orang juga menganggap, di ruang inilah mereka bisa menyalurkan bakatnya alias menganggap ruang ini sebagai studio pribadinya, nyanyi sambil teriak-teriak dengan nada sol jadi re dan nada do jadi la,

International Educational Fair


Jumat, 23 Agustus 2013

Mengajarlah,.. Maka Kau Ada

"kalau kamu sudah bisa baca, itu berarti kamu berilmu, kamu punya kewajiban untuk mengajarkan kepada orang lain yang nggak bisa baca. Kalau kamu sudah cukup makan, kamu berkewajiban untuk membuat orang lain bisa makan jua. kalau kamu merasa aman, kamu punya kewajiban untuk membuat orang lain merasa aman. dan kewajiban itu tanggung jawab yang berat." Adenita_23 Episentrum

Kamis, 22 Agustus 2013

Ngantor gak harus indoor, ini baru gue... :D

Sudah pernah mendengar kata-kata itu?? yups benar sekali slogan sebuah iklan rokok "Ngantor gak harus indoor, ini baru laki". Menurutku ini gak cuma untuk laki tapi juga para kaum hawa pun bisa mengadopsi.

Kembali lagi menengok cara pandang sebagian besar penduduk di desaku. mereka akan sangat menghargai dan menghormati orang yang berpakaian dinas apalagi pegawai pemerintah, guru dan kesehatan. Tak peduli apakah itu pegawai tidak tetap, honorer maupun pegawai negeri pasti punya derajat yang lebih tinggi dimata mereka. Menurut mereka, pegawai yang berpakaian dinas itu adalah orang yang mapan, hidup layak, tenang dan mempunyai pendapatan yang tetap, toh nanti juga bakalan dapat pensiunan alias jaminan hari tua. Makanya tak jarang penduduk desaku menyarankan anak-anaknya untuk menjadi seorang pegawai, bahkan mereka rela membayar sejumlah uang yang bisa dibilang sangat besar sebagai pelicin demi menjadikan anak-anak mereka seorang pegawai.