![]() |
| Add caption |
Labels
Sabtu, 12 Januari 2013
Tanpa judul
Ya
Allah,kenapa harus dia??
Aku
sangat mencintainya,..
tapi
cinta karenaMu, cinta sebagai sahabat,..bukan cinta yang lain,..
aku ingin dekat denganya,.. tapi dekat untuk
sahabat,.. bukan yang lain,..
aku
ingin selalu ada ketika dia butuh,..
tapi
ada sebagai sahabat, bukan yang lain...
kenapa
orang-orang terdekatku Allah??
Kenapa
ya Allah??
Apakah
karena dari dulu aku belum lulus
menghadapi ujianMu dengan masalah yang seperti ini,...
Jujur
aku bingung bagaiman aku bersikap,..
Disatu
sisi, aku tak ingin memberi harapan pada mereka,.. tapi disisi lain, aku tak
mau kehilangan teman seperti mereka,...
Ya
Allah jangan biarkan aku mencintainya lebih dari seorang
sahabat,...
Karena
kami tak ingin menduakan cintaMu,..
Dekap
erat kami dipelukanMu
Jika
memang aku untuknya
Jagalah
hati kami
Sampai
Engkau menghalalkan aku untuknya
Tapi
Allah,.. kalau Kau masih mengizinkanku meminta
Pertemukan
aku dengannya jangan dalam waktu dekat ini,. setidaknya setelah aku lulus
dan bekerja untuk orang tuaku,.. atau sekitar dua atau tiga tahun lagi,..
Amiin
Ya Allah,..
Tapi
itu hanya doaku,... dan Engkaulah Yang
Maha Tahu yang terbaik untuk Kami,... sekali lagi Ya Allah,.. jangan biarkan
hati ini kotor karena maksiat,...
Sabtu, 02 Juni 2012
ayah,..
Di malam yang senyap ini, ingin aku menyapa orang-orang yang
melihatku penuh harap,..
Orang-orang yang menimangku mulai Engkau titipkan aku pada
mereka
Orang-orang luar biasa, yang Engkau percaya untuk mengasuhku
Mereka orang-orang yang menatihku hingga tengkurap,
merangkak, berdiri hingga kini kuberlari...
Orang-orang luar biasa itu mengejakan kata untukku, menuntun
kata demi kata hingga kini ku pandai berdebat
Dimalam yang sunyi ini, ingin kuteriakkan
“aku adalah orang yang kau harapkan”
Inginku melihat senyum sucinya di surga nanti
Wahai penguasa Jagad ini,..
Sisihkan kepada kami, rumah di surga abadi,..
Agar kami bisa menyanyikan lagu cinta ini...
Suara cicak, jangkrik dan nyamuk malam ini,..mengiringi
indahnya harmoni malam ini
Wahai Kekasihku,.. malam ini, aku teringat masa kecil dulu
Bagaimana seorang lelaki tinggi gagah berwibawa menimang dan
memundakku
Ketika matahari pagi memancarkan cahaya merahnya
Lelaki gagah perkasa itu, mengajakku menyusuri jalan desa
sunyi itu
Menuju pematang yang
masih gelap gulita, mengambil jagung muda untuk kita nikmati bersama
Ketika kupetik jagung itu,.. kulihat harimau tua menikmati
tidurnya dibalik rimbunnya pohon jagung,..
Kau gendong aku untuk menyelamatkanku
Begitu banyak aku menggugatmu,..
Menuduhmu laki-laki tak bertanggung jawab, yang tak
memberikan bimbingan untuk keluarganya,..
Menuduhmu seorang yang salah untuk selamanya, seorang yang
tak bisa membimbingku hingga aku dewasa,..
Aku sesali semua itu,..
Setelah aku sadari, begitulah caramu mengajariku,..
Ternyata,.. aku memang tak butuh ucapan sayang itu,..
Kau benar,.. begitu besar rasa sayangmu pada anakmu ini
Ayah,..
Tak kuat aku menahan sesak di hati ini,..
Ingin kumelihat senyum sederhana dari wajahmu....
Cinta kasihmu begitu tulus,...
Teringat kembali kemasa itu,..
Saat tiga hari sebelum puasa
tujuh tahun yang lalu...
Masa dimana otak dan jiwaku hancur berkeping-keping hingga
saat ini aku masih mencari kepingan-kepingan yang pernah lepas dari bagian
hidupku,..
Masa dimana jiwa ini tak mampu mengungkapkan sedikitpun rasa
karena jiwa ini telah mati rasa...
Masa dimana muka ini telah capek menanggung malu,..
Masa dimana aku tak lagi diterima diduniaku,..
Masa dimana kerusakan hebat menempa hatiku,..
Engkau hadir disampingku,.. “Ada apa denganmu??”
Satu-satu orang yang tau gimana perasaanku saat itu
Subhanallah,.. sekali seumur hidupku,.. aku dengar kata-kata
itu keluar dari mulutmu,..
Beban hati ini terasa ringan,.. ketika kudengar kata-kata
itu,..
Ayah,.. bagaimanapun keadaanmu,..
Aku bangga padamu....
Aku bangga jadi anak seorang supir dari pada aku harus
menjadi anak seorang koruptor,..
Ayah,.. meski dalam silsilah keluargamu,... darah karuptor
itu mengalir begitu deras,.. tapi aku yakn bahwa dirimu masih bersih dari semua
itu,..
Meski aku tak yakin benar dengan pikirku,..
Ayah,...
Aku tahu,..
Semua ini kau lakukan untukku,..
Kau tak kenal lelah,.. membiayai hidupku,..
Berangkat pagi pulang malam,..
Bahkan kadang satu hari aku tak berjumpa denganmu,...
Ayah,..
Dalam keras watkmu,...
Hatimu begitu lembut,....
Ayah,....
Tak sanggup lagi aku mengiangat semua yang kau berikan
padaku,...
Kau membuatku hingga aku jadi anak yang mandiri
Tak bergantung pada inangku,..
Ayah,.. teringat ku pada dua minggu yang lalu,.
Dalam sibuk waktumu,..
Kau sempatkan berkunjung padaku,..
Aku tahu begitu lelah harimu kini,..
Kau relakan mengantar motor untukku,..
Tak bisa aku bayangkankan,.
Yubuhmu yang kini renta,.. menyisakan waktu untuk anakmu
tercinta,...
Ayah dengarkanlah,.
Aku sangat mencintaimu,..
,eski aku juga sepertimu,..
Tak mampu aku mengungkap ekspresi jiwaku,...
Hati ini sangat merindukanmu,..
Ayah,....
Aku bangga padamu,...
Bingung aku harus mengatakan apa,..
Harus melakukan apa untukmu,.. agar kau bahagia selamanya,..
Agar tak usah lagi bekerja membanting tulang untukku,..
Ayah,...aku ingin melihatmu duduk tenang,.. membaca koran,..
santai dihalaman,.. bersama dengan cucumu,..
Tak usah kau bekerja lagi,.. biar aku yang menggantikanmu,..
Anak kecil yang kau pundak dulu kini beranjak dewasa,..
Mencoba menyusun pondasi hidup yang mulia,..
Restui aku dalam setiap langkahku,..
Suatu hari nanti, aku ingin mengajakmu ke mekah,..
Ke rumah Allah,.. agar kita bisa lebih dekat dengan Allah,..
Agar ikatan kita membawa kita ke surga dan dekapan kasih
cinta Allah,..
Ayah,.. jaga ragamu,.. jangan kau bakar ragamu dengan gudang
garam yang menjadi toksik dalam tubuhmu,..
Tunggui aku ayah,.. hingga aku mampu membahagiakanmu,..
Ayah,..
Kasihmu egitu tulus,..
Merasuk dalam jiwa ini,...
Ayah,.. sekarang akubelajar,.. menuntut ilmu untuk emngubah
hidup kita menjadi lebih baik,..
Ayah,.. doakan anakmu ini,.. agar mampu membahagiakanmu,..
Ayah ,... suatu hari nanti,..
Aku ingin memberikan motor trail yang kau idam-idamkan itu,.
Ayah,..
Sungguh aku menyayangimu,..
Allah Yang Maha Mengabulakn Doa kami,...
Pertemukan kami semua disurgamu,...
Surat Untuk Ibu,...
Dari seorang yang tlah lama lepas dari
dekapan hangatmu,.. seorang yang selalu merasa diperlakukan tidak adil,..
seorang yang selalu merasa tak pernah ada dalam pandanganmu,.. seorang yang
kini tlah terpisahkan jarak denganmu,.. seorang yang selalu membuatmu
menangis,.. seorang yang telah membuat hatimu teriris, seorang yang dengan
sengaja menumpahkan air garam pada goresan lukamu,..
Ibu,.. setelah lama hati ini terkunci
untukmu karena keegoisanku, karena aku ingin mendapat perhatian yang lebih
darimu, karena aku tak pernah memandang sisi indahmu, karena aku tak bisa
menangkap bahasa cintamu,...
Ibu,.. disaat aku jauh darimu, baru
kusadari betapa aku sangat membutuhkanmu,.. aku merindukan malaikat yang selama
ini mendampingiku,.. sampai aku bisa seperti ini, tanpamu aku akan mampu
berdiri disini,.. Kini baru aku sadari, semua yang kau ajarkan dulu menjadi
bekal terindah dalam hidupku,..
Ibu,.. sungguh malu menghadapkan diri
ini kepadamu,.. setelah semua yang telah aku perbuat. Masih lekat dalam memory,
ketika waktu itu dengan sangat jelas aku ingat kau tanyakan padaku masalah yang
sepele, kau tanyakan padaku “adek,.. apa bahasa inggrisnya rindu?” tanpa pikir
panjang kujawab ”liat aja dikamus bu!”. Ketika kau tanyakan “bagaimana menyimpan
data di komputer?” aku hanya bisa menertawakanmu “masa gitu aja gak bisa sih
bu,..” ketika kau tanya bagaimana pake internet, dengan enteng aku jawab “ibu
katrok banget sih” tanpa aku memikirkan perasaamu,..
Ibu,.. maafkan anakmu yang tak tau diri
ini. Setelah sembilan bulan aku menumpang dirahimmu, kini aku lupa pernah
bersamamu. Aku merasa orang yang paling hebat dan seakan aku tak membutuhkanmu.
Dulu saat mendengar tangis pertamaku kau begitu bahagia,.. dan kini tak bisa
dihitung lagi berapa kali aku membuatmu menangis.. aku tak ingat lagi dengan
nyawa yang kau pertaruhakan untuk melahirkanku. Aku lupa,.. ketika tangisku
membangunkanmu untuk mengganti popokku. Aku lupa,.. kau dengan bahagia memberi
susu untukku. Aku lupa, betapa kau dengan telaten membimbingku mengeja
kata-kata sampai kini aku pandai membantah kata-katamu,.. aku telah lupa, kau
yang telah menatihku hingga kini aku bisa berlari meninggalkanmu,.. tapi ibu
kau tak pernah sedikitpun menghitung semua pengorbananmu, aku tau,.. hanya satu
yang kau inginkan,.. hanya ingin melihat putri kecilmu ini tersenyum
bahagia.....
Ibu,.. kini putri kecilmu ini telah
beranjak dewasa,.. dan pergi jauh untuk menuntut ilmu,.. tapi ibu terkadang
putrimu ini terlalu sibuk dengan dunianya. Putrimu ini lupa masih ada yang
menantinya dirumah,.. putrimu ini lebih asyik dengan segudang laporan
praktikum, tugas dosen dan organisasi yang sangat ia khawatirkan keberadaannya.
Ibu,.. putrimu ini sudah disibukkan dengan agenda-agenda kampus yang menurutnya
sangat penting dan produktif itu, tapi entah berapa detik ia rela meluangkan
waktunya untuk menghubungimu. Ibu,.. ratusan ribu putrimu ini relakan untuk
organisasi yang ia cintai, tapi putrimu sangat berat merelakan 300 perak untuk
menghubungimu,..
Ibu,.. masih ingat sebulan yang lalu
ketika kutanyakan bagaimana kabarmu, kau bilang kau baik-baik saja, meski
kudengar batuk-batuk diseberang sana kau bilang kau sehat selalu. Tapi ketika
kulangkahkan kaki kerumah ini, aku hanya bisa melihatmu tergolek lemah di dipan
tua milikmu. Kau bilang kau tak ingin aku mengkhawatirkanmu, kau bilang kau tak
ingin mengganggu aktivitas oragnisasiku, kau bilang kau tak ingin mengganggu
tugas-tugas kuliahku,,,,,
Ibu,.. entah apa yang ada dipikiranmu,..
kau hanya ingin membuatku bahagia,...
Ibu maafkan putrimu ini,...
Mungkin ribuan kata maaf tak bisa
menebus semua dosa-dosaku,..
Tapi ibu,.. mohon maafkan aku,..
Ibu,.. putrimu ini tak jauh beda
denganmu,.. putrimu ini juga bukan seorang yang romantis,... yang pandai
merangkai kata,..
Ibu,.. jika aku bisa memanjat langit
ketujuh,.. akan kuteriakkan diatas sana “Aku mencintaimu,...” biar semua dunia
tau,.. betapa aku sangat merindukan dekapan hangatmu,..
Ibu,... aku tau,.. cita-citamu begitu
mulia dan aku akan berusaha sekuat diriku untuk mewujudkan cita-citamu
Ibu,.. ridhoi aku,.. agar aku bisa
mengantarkanmu ke tanah suci,..
Allah sampaikan salam baktiku untuk
ibu,..
Allah,.. jaga selalu ibuku,...
sayangilah ia dan buatlah ia tersenyum bahagia,...
Amiin,...
berbagi
"kalau kamu sudah bisa membaca,.. itu berarti kamu berilmu, kamu punya kewajiban untuk mengajarkan kepada orang lain yang belum bisa membaca. kalau kamu sudah bisa makan, kamu punya kewajiban untuk membuat orang lain bisa makan juga. kalau kamu merasa aman, kamu punya kewajiban untuk membuat orang lain merasa aman. dan kewajiabn itu tanggungjawab yang besar"_23 episentrum
sudah menjadi sebuah kewajiban kita untuk menyampaikan apa yang kita punya. ilmu itu tak akan pernah habis jika kau membaginya, bahkan ilmu itu akan semakin bertambah ketika kamu mengajarkannya. ketika cahaya itu hanya ada dalam hati kita, ia hanya bermanfaat untuk diri kita. kalau ingin naik kelas,... keluarkan cahaya itu, jadikan ia menyelubungi tubuh kita, dan biarkan ia menyinari sekitar kita,... seperti nabi Isa as,.. cahayanya di luar tubuhnya,.. nabi Muhammad saw,... cahaya diatas cayaha,.. yang selalu menyinari umatnya,..
aku hanya ingin mencoba mengeluarkan cahaya ini,.. menyinari hidup ini,..
sudah menjadi sebuah kewajiban kita untuk menyampaikan apa yang kita punya. ilmu itu tak akan pernah habis jika kau membaginya, bahkan ilmu itu akan semakin bertambah ketika kamu mengajarkannya. ketika cahaya itu hanya ada dalam hati kita, ia hanya bermanfaat untuk diri kita. kalau ingin naik kelas,... keluarkan cahaya itu, jadikan ia menyelubungi tubuh kita, dan biarkan ia menyinari sekitar kita,... seperti nabi Isa as,.. cahayanya di luar tubuhnya,.. nabi Muhammad saw,... cahaya diatas cayaha,.. yang selalu menyinari umatnya,..
aku hanya ingin mencoba mengeluarkan cahaya ini,.. menyinari hidup ini,..
Langganan:
Postingan (Atom)




