Labels

Sabtu, 12 Januari 2013

KESMA BEM FPIK 2011

Add caption

Tanpa judul


Ya Allah,kenapa harus dia??
Aku sangat mencintainya,..
tapi cinta karenaMu, cinta sebagai sahabat,..bukan cinta yang lain,..
 aku ingin dekat denganya,.. tapi dekat untuk sahabat,.. bukan yang lain,..
aku ingin selalu ada ketika dia butuh,..
tapi ada sebagai sahabat, bukan yang lain...
kenapa orang-orang terdekatku Allah??


Kenapa ya Allah??
Apakah karena dari dulu aku belum lulus  menghadapi ujianMu dengan masalah yang seperti ini,...
Jujur aku bingung bagaiman aku bersikap,..
Disatu sisi, aku tak ingin memberi harapan pada mereka,.. tapi disisi lain, aku tak mau kehilangan teman seperti mereka,...
Ya Allah jangan biarkan aku mencintainya  lebih dari seorang sahabat,...
Karena kami tak ingin menduakan cintaMu,..
Dekap erat kami dipelukanMu
Jika memang aku untuknya
Jagalah hati kami
Sampai Engkau menghalalkan aku untuknya
Tapi Allah,.. kalau Kau masih mengizinkanku meminta
Pertemukan aku dengannya jangan dalam waktu dekat ini,. setidaknya setelah aku lulus dan bekerja untuk orang tuaku,.. atau sekitar dua atau tiga tahun lagi,..
Amiin Ya Allah,..
Tapi itu hanya doaku,... dan Engkaulah  Yang Maha Tahu yang terbaik untuk Kami,... sekali lagi Ya Allah,.. jangan biarkan hati ini kotor karena maksiat,...

Sabtu, 02 Juni 2012

ayah,..


Wahai Allah Yang Menguasai Malam ini,..
Di malam yang senyap ini, ingin aku menyapa orang-orang yang melihatku penuh harap,..
Orang-orang yang menimangku mulai Engkau titipkan aku pada mereka
Orang-orang luar biasa, yang Engkau percaya untuk mengasuhku
Mereka orang-orang yang menatihku hingga tengkurap, merangkak, berdiri hingga kini kuberlari...
Orang-orang luar biasa itu mengejakan kata untukku, menuntun kata demi kata hingga kini ku pandai berdebat
Dimalam yang sunyi ini, ingin kuteriakkan
“aku adalah orang yang kau harapkan”
Inginku melihat senyum sucinya di surga nanti
Wahai penguasa Jagad ini,..
Sisihkan kepada kami, rumah di surga abadi,..
Agar kami bisa menyanyikan lagu cinta ini...

Suara cicak, jangkrik dan nyamuk malam ini,..mengiringi indahnya harmoni malam ini
Wahai Kekasihku,.. malam ini, aku teringat masa kecil dulu
Bagaimana seorang lelaki tinggi gagah berwibawa menimang dan memundakku
Ketika matahari pagi memancarkan cahaya merahnya
Lelaki gagah perkasa itu, mengajakku menyusuri jalan desa sunyi itu
 Menuju pematang yang masih gelap gulita, mengambil jagung muda untuk kita nikmati bersama
Ketika kupetik jagung itu,.. kulihat harimau tua menikmati tidurnya dibalik rimbunnya pohon jagung,..
Kau gendong aku untuk menyelamatkanku

Begitu banyak aku menggugatmu,..
Menuduhmu laki-laki tak bertanggung jawab, yang tak memberikan bimbingan untuk keluarganya,..
Menuduhmu seorang yang salah untuk selamanya, seorang yang tak bisa membimbingku hingga aku dewasa,..

Aku sesali semua itu,..
Setelah aku sadari, begitulah caramu mengajariku,..
Ternyata,.. aku memang tak butuh ucapan sayang itu,..
Kau benar,.. begitu besar rasa sayangmu pada anakmu ini
Ayah,..
Tak kuat aku menahan sesak di hati ini,..
Ingin kumelihat senyum sederhana dari wajahmu....
Cinta kasihmu begitu tulus,...
Teringat kembali kemasa itu,..
Saat tiga hari sebelum puasa  tujuh tahun yang lalu...
Masa dimana otak dan jiwaku hancur berkeping-keping hingga saat ini aku masih mencari kepingan-kepingan yang pernah lepas dari bagian hidupku,..
Masa dimana jiwa ini tak mampu mengungkapkan sedikitpun rasa karena jiwa ini telah mati rasa...
Masa dimana muka ini telah capek menanggung malu,..
Masa dimana aku tak lagi diterima diduniaku,..
Masa dimana kerusakan hebat menempa hatiku,..
Engkau hadir disampingku,.. “Ada apa denganmu??”
Satu-satu orang yang tau gimana perasaanku saat itu
Subhanallah,.. sekali seumur hidupku,.. aku dengar kata-kata itu keluar dari mulutmu,..
Beban hati ini terasa ringan,.. ketika kudengar kata-kata itu,..

Ayah,.. bagaimanapun keadaanmu,..
Aku bangga padamu....
Aku bangga jadi anak seorang supir dari pada aku harus menjadi anak seorang koruptor,..
Ayah,.. meski dalam silsilah keluargamu,... darah karuptor itu mengalir begitu deras,.. tapi aku yakn bahwa dirimu masih bersih dari semua itu,..
Meski aku tak yakin benar dengan pikirku,..

Ayah,...
Aku tahu,..
Semua ini kau lakukan untukku,..
Kau tak kenal lelah,.. membiayai hidupku,..
Berangkat pagi pulang malam,..
Bahkan kadang satu hari aku tak berjumpa denganmu,...

Ayah,..
Dalam keras watkmu,...
Hatimu begitu lembut,....
Ayah,....
Tak sanggup lagi aku mengiangat semua yang kau berikan padaku,...
Kau membuatku hingga aku jadi anak yang mandiri
Tak bergantung pada inangku,..

Ayah,.. teringat ku pada dua minggu yang lalu,.
Dalam sibuk waktumu,..
Kau sempatkan berkunjung padaku,..
Aku tahu begitu lelah harimu kini,..
Kau relakan mengantar motor untukku,..
Tak bisa aku bayangkankan,.
Yubuhmu yang kini renta,.. menyisakan waktu untuk anakmu tercinta,...
 Ayah dengarkanlah,.
Aku sangat mencintaimu,..
,eski aku juga sepertimu,..
Tak mampu aku mengungkap ekspresi jiwaku,...
Hati ini sangat merindukanmu,..
Ayah,....
Aku bangga padamu,...
Bingung aku harus mengatakan apa,..
Harus melakukan apa untukmu,.. agar kau bahagia selamanya,..
Agar tak usah lagi bekerja membanting tulang untukku,..
Ayah,...aku ingin melihatmu duduk tenang,.. membaca koran,.. santai dihalaman,.. bersama dengan cucumu,..
Tak usah kau bekerja lagi,.. biar aku yang menggantikanmu,..
Anak kecil yang kau pundak dulu kini beranjak dewasa,..
Mencoba menyusun pondasi hidup yang mulia,..
Restui aku dalam setiap langkahku,..

Suatu hari nanti, aku ingin mengajakmu ke mekah,..
Ke rumah Allah,.. agar kita bisa lebih dekat dengan Allah,..
Agar ikatan kita membawa kita ke surga dan dekapan kasih cinta Allah,..

Ayah,.. jaga ragamu,.. jangan kau bakar ragamu dengan gudang garam yang menjadi toksik dalam tubuhmu,..
Tunggui aku ayah,.. hingga aku mampu membahagiakanmu,..
Ayah,..
Kasihmu egitu tulus,..
Merasuk dalam jiwa ini,...

Ayah,.. sekarang akubelajar,.. menuntut ilmu untuk emngubah hidup kita menjadi lebih baik,..
Ayah,.. doakan anakmu ini,.. agar mampu membahagiakanmu,..
Ayah ,... suatu hari nanti,..
Aku ingin memberikan motor trail yang kau idam-idamkan itu,.
Ayah,..
Sungguh aku menyayangimu,..

Allah Yang Maha Mengabulakn Doa kami,...
Pertemukan kami semua disurgamu,...

Surat Untuk Ibu,...


Dari seorang yang tlah lama lepas dari dekapan hangatmu,.. seorang yang selalu merasa diperlakukan tidak adil,.. seorang yang selalu merasa tak pernah ada dalam pandanganmu,.. seorang yang kini tlah terpisahkan jarak denganmu,.. seorang yang selalu membuatmu menangis,.. seorang yang telah membuat hatimu teriris, seorang yang dengan sengaja menumpahkan air garam pada goresan lukamu,..

Ibu,.. setelah lama hati ini terkunci untukmu karena keegoisanku, karena aku ingin mendapat perhatian yang lebih darimu, karena aku tak pernah memandang sisi indahmu, karena aku tak bisa menangkap bahasa cintamu,...

Ibu,.. disaat aku jauh darimu, baru kusadari betapa aku sangat membutuhkanmu,.. aku merindukan malaikat yang selama ini mendampingiku,.. sampai aku bisa seperti ini, tanpamu aku akan mampu berdiri disini,.. Kini baru aku sadari, semua yang kau ajarkan dulu menjadi bekal terindah dalam hidupku,..

Ibu,.. sungguh malu menghadapkan diri ini kepadamu,.. setelah semua yang telah aku perbuat. Masih lekat dalam memory, ketika waktu itu dengan sangat jelas aku ingat kau tanyakan padaku masalah yang sepele, kau tanyakan padaku “adek,.. apa bahasa inggrisnya rindu?” tanpa pikir panjang kujawab ”liat aja dikamus bu!”. Ketika kau tanyakan “bagaimana menyimpan data di komputer?” aku hanya bisa menertawakanmu “masa gitu aja gak bisa sih bu,..” ketika kau tanya bagaimana pake internet, dengan enteng aku jawab “ibu katrok banget sih” tanpa aku memikirkan perasaamu,..
Ibu,.. maafkan anakmu yang tak tau diri ini. Setelah sembilan bulan aku menumpang dirahimmu, kini aku lupa pernah bersamamu. Aku merasa orang yang paling hebat dan seakan aku tak membutuhkanmu. Dulu saat mendengar tangis pertamaku kau begitu bahagia,.. dan kini tak bisa dihitung lagi berapa kali aku membuatmu menangis.. aku tak ingat lagi dengan nyawa yang kau pertaruhakan untuk melahirkanku. Aku lupa,.. ketika tangisku membangunkanmu untuk mengganti popokku. Aku lupa,.. kau dengan bahagia memberi susu untukku. Aku lupa, betapa kau dengan telaten membimbingku mengeja kata-kata sampai kini aku pandai membantah kata-katamu,.. aku telah lupa, kau yang telah menatihku hingga kini aku bisa berlari meninggalkanmu,.. tapi ibu kau tak pernah sedikitpun menghitung semua pengorbananmu, aku tau,.. hanya satu yang kau inginkan,.. hanya ingin melihat putri kecilmu ini tersenyum bahagia.....

Ibu,.. kini putri kecilmu ini telah beranjak dewasa,.. dan pergi jauh untuk menuntut ilmu,.. tapi ibu terkadang putrimu ini terlalu sibuk dengan dunianya. Putrimu ini lupa masih ada yang menantinya dirumah,.. putrimu ini lebih asyik dengan segudang laporan praktikum, tugas dosen dan organisasi yang sangat ia khawatirkan keberadaannya. Ibu,.. putrimu ini sudah disibukkan dengan agenda-agenda kampus yang menurutnya sangat penting dan produktif itu, tapi entah berapa detik ia rela meluangkan waktunya untuk menghubungimu. Ibu,.. ratusan ribu putrimu ini relakan untuk organisasi yang ia cintai, tapi putrimu sangat berat merelakan 300 perak untuk menghubungimu,..

Ibu,.. masih ingat sebulan yang lalu ketika kutanyakan bagaimana kabarmu, kau bilang kau baik-baik saja, meski kudengar batuk-batuk diseberang sana kau bilang kau sehat selalu. Tapi ketika kulangkahkan kaki kerumah ini, aku hanya bisa melihatmu tergolek lemah di dipan tua milikmu. Kau bilang kau tak ingin aku mengkhawatirkanmu, kau bilang kau tak ingin mengganggu aktivitas oragnisasiku, kau bilang kau tak ingin mengganggu tugas-tugas kuliahku,,,,,

Ibu,.. entah apa yang ada dipikiranmu,.. kau hanya ingin membuatku bahagia,...
Ibu maafkan putrimu ini,...
Mungkin ribuan kata maaf tak bisa menebus semua dosa-dosaku,..
Tapi ibu,.. mohon maafkan aku,..

Ibu,.. putrimu ini tak jauh beda denganmu,.. putrimu ini juga bukan seorang yang romantis,... yang pandai merangkai kata,..
Ibu,.. jika aku bisa memanjat langit ketujuh,.. akan kuteriakkan diatas sana “Aku mencintaimu,...” biar semua dunia tau,.. betapa aku sangat merindukan dekapan hangatmu,..
Ibu,... aku tau,.. cita-citamu begitu mulia dan aku akan berusaha sekuat diriku untuk mewujudkan cita-citamu
Ibu,.. ridhoi aku,.. agar aku bisa mengantarkanmu ke tanah suci,..
Allah sampaikan salam baktiku untuk ibu,..
Allah,.. jaga selalu ibuku,... sayangilah ia dan buatlah ia tersenyum bahagia,...
Amiin,...


berbagi

"kalau kamu sudah bisa membaca,.. itu berarti kamu berilmu, kamu punya kewajiban untuk mengajarkan kepada orang lain yang belum bisa membaca. kalau kamu sudah bisa makan, kamu punya kewajiban untuk membuat orang lain bisa makan juga. kalau kamu merasa aman, kamu punya kewajiban untuk membuat orang lain merasa aman. dan kewajiabn itu tanggungjawab yang besar"_23 episentrum

sudah menjadi sebuah kewajiban kita untuk menyampaikan apa yang kita punya. ilmu itu tak akan pernah habis jika kau membaginya, bahkan ilmu itu akan semakin bertambah ketika kamu mengajarkannya. ketika cahaya itu hanya ada dalam hati kita, ia hanya bermanfaat untuk diri kita. kalau ingin naik kelas,... keluarkan cahaya itu, jadikan ia menyelubungi tubuh kita, dan biarkan ia menyinari sekitar kita,... seperti nabi Isa as,.. cahayanya di luar tubuhnya,.. nabi Muhammad saw,... cahaya diatas cayaha,.. yang selalu menyinari umatnya,..

aku hanya ingin mencoba mengeluarkan cahaya ini,.. menyinari hidup ini,..